Di tahun 90 an, ada siswa yang masih berada di sekolah dasar. Iya saat itu memiliki kepribadian yang kurang pandai dan jarang mengerjakan tugas sekolah. Nama iya adalah Adit, iya selalu kena teguh oleh guru karena membuat kesalahan dan telah hukuman seperti memungut sampah di depan kelas.
Pada suatu hari kegiatan sekolah berjalan seperti biasanya dari pagi. Di kelasnya Adit, mata pelajarannya adalah bahasa Indonesia. Guru pun mulai menjelaskan materinya dari awal sampai selesai dan setelah itu ada sesi pertanyaan, semuanya bisa menjawab dengan baik dan benar kecuali si Adit, ya tampak kebingungan saat ditanya oleh guru. Beberapa bulan pun lewat, sekolah melaksanakan ujian kenaikan kelas selama 1 minggu, semua siswa mengerjakan ujian dengan tertib dan Adi terlihat kebingungan saat ujian berlangsung. Dua minggu kemudian ibunya Adit mengecek raport milik Adit. Dan ibunya pun terkejut karena nilainya sangat jelek, ibunya pun bertanya “mengapa nilaimu bisa seperti ini nak!?”, Lalu Adit pun menjawab “aku saat itu tidak belajar Bu”. Lalu ibunya Adit sangat sedih karena nilai Adi tak pernah membaik sampai saat ini, Adi pun mulai menyesal karena tidak serius mengikuti pelajaran selama ini dan ia mulai rajin belajar agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Beberapa tahun pun lewat. Iya sudah melaksanakan ujian nasional dan ia mendapatkan peringkat satu di angkatannya. Berkat doa orang tua dan ikhtiar dia sendiri ia bisa mendapatkan pencapaian ini. Dan ia pun keterima di SMP negeri favorit.
Adit pun merasa bangga dengan pencapaiannya. Ya Bu terima kasih kepada orang tua dan guru dan meminta maaf karena dulu dia tidak serius dalam belajar. Selagi masih ada waktu berubahlah.